<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yondaryono's Weblog</title>
	<atom:link href="http://yondaryono.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yondaryono.wordpress.com</link>
	<description>Let Us Talk About Journalism and Communication</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Sep 2008 04:15:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yondaryono.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Yondaryono's Weblog</title>
		<link>http://yondaryono.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yondaryono.wordpress.com/osd.xml" title="Yondaryono&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yondaryono.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Berkenalan dengan Komunikasi</title>
		<link>http://yondaryono.wordpress.com/2008/09/30/berkenalan-dengan-komunikasi/</link>
		<comments>http://yondaryono.wordpress.com/2008/09/30/berkenalan-dengan-komunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 04:11:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yondaryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yondaryono.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini akan lebih fokus membicarakan mengenai hal-hal yang menjadi dasar pengertian komunikasi. Terutama mengenai pengertian awal perkembangan ilmu komunikasi. Termasuk hal-hal yang berkaitan dengan interpersonal communication, public communication, group communication. Tentu saja dengan berbagai sudut pandang yang akan saya gunakan. Saat ini komunikasi menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dengan manusia. Oleh karenanya teori-teori [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yondaryono.wordpress.com&amp;blog=1787255&amp;post=19&amp;subd=yondaryono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                             &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;-->Tulisan ini akan lebih fokus membicarakan mengenai hal-hal yang menjadi dasar pengertian komunikasi. Terutama mengenai pengertian awal perkembangan ilmu komunikasi. Termasuk hal-hal yang berkaitan dengan interpersonal communication, public communication, group communication. Tentu saja dengan berbagai sudut pandang yang akan saya gunakan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Saat ini komunikasi menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dengan manusia. Oleh karenanya teori-teori di bidang ini sangat menarik untuk dipelajari. Dalam buku <em>Communication Theory and Scholarship</em> di <em>chapter</em> 1 p:2 disebutkan, “Mempelajari teori komunikasi akan membantu kita untuk melihat apa yang belum pernah kita lihat sebelumnya.”</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Pernyataan itu menunjukan bahwa sesuatu yang belum pernah kita ketahui akan dapat kita lihat dengan kacamata ilmiah jika menggunakan teori-teori komunikasi. Sedangkan Dance berhasil menemukan 128 definisi mengenai komunikasi di seluruh dunia yang dipublikasikan secara umum.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Pernyataan Dance seakan menjadi sebuah kesimpulan bagi semua orang yang hendak mempelajari lebih dalam ilmu komunikasi, yakni tidak ada satu definisi yang tegas mengenai hal ini. Komunikasi menjadi satu hal yang sangat subyektif sekaligus interpretatif. Artinya, masing-masing pembuat definisi berhak untuk menyampaikan interpretasi yang mereka miliki.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Perkembangan teori komunikasi mulai terlihat intens sebagai sebuah kajian ilmu pengetahuan pada akhir Perang Dunia ke-I. Pada masa ini para ahli filsafat dan sosial mulai melihat komunikasi menjadi bagian yang sangat penting untuk dipelajari secara intensif.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Ilmu Komunikasi makin mantap menjadi bagian dari Ilmu Sosial seusai Perang Dunia II. Pada masa ini para ahli ilmu sosial dan psikologi menyepakati munculnya sejumlah jurusan komunikasi di universitas. Bahkan pada pertengahan abad ke-20, Ilmu Komunikasi sudah sejajar dengan ilmu-ilmu lain yang lebih dulu eksis.<span> </span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Komunikasi menjadi sangat penting saat manusia. Komunikasi merupakan cara menyampaikan pesan (<em>message</em>) kepada orang lain (interpersonal). Pesan ini bisa berupa pesan yang disengaja maupun tidak disengaja. Dalam sebuah penyampaian pesan, terkadang antara si <em>sender</em> dan <em>receiver</em> tidak saling mengenal.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Sementara di satu sisi, proses komunikasi dapat berlangsung dengan intens karena <em>sender</em> dan <em>receiver</em> sudah saling mengenal. Ini dapat diilustrasikan dalam sebuah presentasi sebuah produk. Dari proses ini akan muncul <em>effect</em> di sekup yang paling kecil, dan <em>feedback</em> di sekup yang lebih luas lagi. Cara yang dipakai oleh si presenter seperti ini dikategorikan dalam public communication. Yakni kemampuan untuk menyampaikan pendapat, informasi atau fakta di depan khalayak/public.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Vos dan Schoemaker menggarisbawahi bahwa informasi mengenai perubahan akan diatur dengan baik apabila didasarkan pada waktu yang tepat (Vos and Schoemaker, 2001, p. 110 dalam Budi Santoso <em>online</em>). Hal ini berarti informasi yang disampaikan oleh pihak-pihak yang saling memahami dan berada dalam satu hubungan kesepakatan waktu maka akan lebih efisien dibanding tidak sama sekali.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dalam komunikasi juga dikenal dengan dua macam hubungan, yakni Deteriorasi dan Disolusi. Yang pertama merupakan melemahnya hubungan yang terjadi antara dua pihak. Hubungan yang terjadi semakin renggang namun masih memiliki ikatan meski tidak lagi kuat seperti dulu. Sementera pola hubungan yang kedua merupakan hilangnya ikatan emosional. Sejumlah ahli komunikasi percaya kedua pola hubungan tersebut dapat terjadi secara bertahap maupun mendadak. Sedangkan mafaat ilmu komunikasi juga dirasakan saat ini di semua lini kehidupan, baik sosial, politik, pertahanan, keamanan dan budaya antara bangsa yang satu dan yang lain.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Melihat dari konteks yang telah dijelaskan di atas maka dapat disimpulkan bahwa, komunikasi merupakan satu cara yang paling penting bagi manusia untuk dapat mengetahui setiap pesan yang disampaikan orang lain. Perkembangan ilmu komunikasi yang tergolong baru dalan khasanah ilmu pengetahuan, ternyata justru dapat digunakan sebagai bagian yang cukup penting di semua sektor kehidupan manusia saat ini. Baik di bidang politik, ekonomi, dan sosial. Ilmu komunikasi juga akan terus berkembang mengikuti perubahan masyarakat di dalam suatu negara. (*)</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yondaryono.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yondaryono.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yondaryono.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yondaryono.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yondaryono.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yondaryono.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yondaryono.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yondaryono.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yondaryono.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yondaryono.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yondaryono.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yondaryono.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yondaryono.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yondaryono.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yondaryono.wordpress.com&amp;blog=1787255&amp;post=19&amp;subd=yondaryono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yondaryono.wordpress.com/2008/09/30/berkenalan-dengan-komunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ef5065df0ca71572f07809179d70d6f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">yondaryono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ruang Redaksi di Masa Mendatang: Dua Inovasi Strategis untuk Mendapatkannya</title>
		<link>http://yondaryono.wordpress.com/2008/06/27/ruang-redaksi-di-masa-mendatang-dua-inovasi-strategis-untuk-mendapatkannya/</link>
		<comments>http://yondaryono.wordpress.com/2008/06/27/ruang-redaksi-di-masa-mendatang-dua-inovasi-strategis-untuk-mendapatkannya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 16:36:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yondaryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yondaryono.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Perpindahan dari mono-media menuju multi-media dalam sebuah ruang redaksi adalah sebuah proses yang merupakan permintaan atas perubahan cara berpikir yang lebih baik dan strategis, logis serta organisasional. Perubahan selalu merupakan usaha untuk mempengaruhi kesepakatan besar dari sebuah tantangan. Juan Senor Direktur INNOVATION International Media Consulting Group (UK) Tantangan seperti judul di atas sering kali dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yondaryono.wordpress.com&amp;blog=1787255&amp;post=17&amp;subd=yondaryono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Perpindahan dari mono-media menuju multi-media dalam sebuah ruang redaksi adalah sebuah proses yang merupakan permintaan atas perubahan cara berpikir yang lebih baik dan strategis, logis serta organisasional. Perubahan selalu merupakan usaha untuk mempengaruhi kesepakatan besar dari sebuah tantangan.</em> </p>
<p><strong>Juan Senor</strong><br />
Direktur INNOVATION International Media Consulting Group (UK) </p>
<p>Tantangan seperti judul di atas sering kali dapat digunakan layaknya Kuda Troya dalam sebuah kebutuhan perubahan.  Dalam halaman berikut ini juga, Anda akan mendapatkan gambaran grafik versi terbaru bagaimana INNOVATION melihat ruang redaksi sebuah media di masa yang akan datang. </p>
<p>Dan di sini juga terdapat dua bagian strategi untuk mendapatkanya, serta mendapatkan keseluruhan tantangan dari proses perubahan yang dilakukan kaum mono-media-tradisional. Serta satu hal lain yang menjadi pendahuluan atas inovasi sistem- sistem manajemen dari isi multimedia. </p>
<p>Teknologi dan asitektur kini dapat menjadi kekuatan untuk membawa transisi menuju era multimedia global.  Hal ini dibuktikan surat kabar Eleftheros Typos yang tahun ini memenangkan kompetisi konsep terbaik surat kabar dan desain di kawasan Eropa, dengan menawarkan contoh yang sempurna. </p>
<p>Surat kabar yang pernah bangkrut dan berada di kelas bawah di Yunani ini kemudian memiliki pemodal baru dan menjawab berhasil pertanyaan INNOVATION saat re-launching ke publik dan percaya bahwa perubahan arsitektur secara fisik adalah keharusan. </p>
<p>Saf Fahim, arsitek INNOVATION yang tinggal di New York mendesain ruang redaksi surat kabar ini dengan teknik baru dan seperempatnya dianggap merupakan ruang redaksi yang paling modern di seluruh dunia. </p>
<p>Inti dari ruang redaksi Eleftheros Typos adalah adanya sebuah Superdesk yang digunakan untuk perencanaan dan koordinasi tidak hanya mengenai isi dari surat kabat dan versi online, namun juga semua yang merupakan bagian dari majalah dan suplemen. Bahkan tak ketinggalan pula program dari grup lokal radio yang mereka miliki.  Gedung di tempat ini didesain dan dapat digunakan sebagai rumah dan tergabung dengan ruang operasional televisi. </p>
<p>Di bagian lain Elefheros Typos, perubahan juga dilakukan dalam operasional multimedia yang akan mengenalkan sistem manajemen isi terbaru dan terkonsolidasi dengan berita serta operasional bisnis. Hal ini merupakan refleksi penerbit untuk menjelaskan kreasi atas bidang jurnalistik dan infrastruktur komersial yang sangat penting untuk membuat Elefheros Typos menjadi organisasi multimedia yang paling unggul dan pertama di Yunani. </p>
<p>Strategi yang sama juga dilakukan di Rusia oleh Olma Multimedia Moscow. Di tempat ini juga tedapat proses akuisisi dari sebuah sistem manajemen isi yang diawali dengan perubahan konstruksi ruang redaksi yang seperempatnya terlihat baru. Akhir tujuannya sama: yakni adasnya perubahan dari mono-media menjadi perusahan multimedia. </p>
<p>Manajemen Olma, juga memilih arsitek dari INNOVATION, Luis Calau yang tinggal di Barcelona, Spanyol untuk membangun gedung baru di luar ibu kota Rusia.</p>
<p>Sebagaimana kasus Elefheros Typos, Olma adalah sebuah proses transformasi yang dilakukan mereka sendiri dengan menggunakan kemajuan teknik informasi  yang menggunakan satu ruang redaksi untuk bekerja dengan teks, gambar dan audio serta video sehingga menghasilkan produk multimedia yang dapat disajikan bagi para pembaca, pendengar dan pemirsa. (***)</p>
<p><strong>Formula INNOVATION: Keterbukaan Redaksi:</strong><br />
1. Kreatif=ISI LEBIH BAIK<br />
2. Komunikatif = ISI LEBIH BAIK<br />
3. Kolaborasi =ISI LEBIH BAIK</p>
<p><strong>Membuka Ruang</strong><br />
<em>1.On/Offline Integration</em><br />
Adanya integrasi yang penuh dari bentuk media on/offline. Berita- berita jadi yang pertama (utama). Kemudian di urutan yang kedua adalah plafform.<br />
Ketika membicarakan topik-topik yng kita ketahui, dan kita tahu topik ini adalah yang terbaik, paling pantas dan paling mudah maka itu semua dapat dipakai sebagai platform. Tiap desk memiliki komputer dengan dua layar, yakni satu untuk input dan yang lain untuk output. </p>
<p><em>2.Perpindahan Deadline</em><br />
Dan berisi dengan kaitan-kaitan yang dibutuhkan audiens kita, yakni informasi dan platform seperti yagn mereka butuhkan.</p>
<p><em>3.Superdesk</em><br />
Pemimpin-pemimpin di bagian redaksi harus berada di depan (lapangan), dan tidak hanya tinggal di kantor. Mereka harus terbuka, visibel, aksesibel, dan responsibel.</p>
<p><em>4.Radar Desk (Desk Pemantau)</em><br />
Kita memonitor perkembangan dunia melalui kemajuan teknologi, dan kita dapat fokus pada pertanyaan kenapa?, Apa yang terjadi di depan?, serta siap menghadapi siapa, kapan, dan berapa banyak tantangan?  </p>
<p><em>5.Community Desk</em><br />
Adalah sebuah tim yang memberikan perhatian khusus untuk membuat surat kabar dan mengaksesnya melalui komunitas yang sekaligus memonitor, mencakup dan mengintegrasikan komentar pembaca, baik mengenai gambar, video, tips dan opini di setiap halaman  dari sebuah surat kabar ataupun digital media. </p>
<p><em>6.Assignment Desk (Desk Pengujian)</em><br />
 Perencanaan dan pengujian sumber daya adalah sebuah tindakan yang terbaik dan efisien untuk terus mendapatkan teknik informasi dalam ruang redaksi, sehingga bagian ini terus memiliki kekuatan setiap saat.  Superdesk akan menguji bgian yang diketahui oleh mereka setiap saat, baik mengenai pelaporan berita, foto, dan korespondensi serta koordinasi diantara jadwal mereka. </p>
<p><em>7.Visual Desk</em><br />
Berupa produk inforgrafis dan desk foto yang nantinya bekerja sama dengan Superdesk, untuk mempromosikan gambaran jurnalisik di mana itu semua dapat  terlihat berarti dan  tidak hanya berbicara” sebagai sebuah norma. </p>
<p><em>8.Dinding Digital</em><br />
Dimana kita semua melihat online website bersama komunitas masyarkat, dan mereka dapat mengupdate melalui suara secara langsung dan semua orang yang menjadi webmaster dapat melihat dan memikirkan kekuatan dari sistem operasi sebuah multimedia.  </p>
<p><em>9.Macroeditors</em><br />
Tidak ada tekanan dan tidak ada yang ditutupi. Sehingga terdapat hubungan yang spesial antara masyarakat, wartawan dan macroeditor.</p>
<p><em>10.Integrasi TV mini dan Studio Radio</em><br />
Bagian-bagian produksi dikomandoi oleh Superdesk, yakni mengenai perintah, kontrol-kontrol berita, dengan konsep isi yang merupakan hal utama, sementara platform tetap jadi nomor dua. (***)</p>
<p><em>Disarikan oleh <strong>Yon Daryono</strong> dari buku Innovations in Newspaper 2008 World Report (An Annual Survey By The Innovation International Media Consulting Group for The World Association of Newspapers (WAN)</em> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yondaryono.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yondaryono.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yondaryono.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yondaryono.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yondaryono.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yondaryono.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yondaryono.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yondaryono.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yondaryono.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yondaryono.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yondaryono.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yondaryono.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yondaryono.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yondaryono.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yondaryono.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yondaryono.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yondaryono.wordpress.com&amp;blog=1787255&amp;post=17&amp;subd=yondaryono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yondaryono.wordpress.com/2008/06/27/ruang-redaksi-di-masa-mendatang-dua-inovasi-strategis-untuk-mendapatkannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ef5065df0ca71572f07809179d70d6f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">yondaryono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Transparansi Media</title>
		<link>http://yondaryono.wordpress.com/2008/06/26/transparansi-media/</link>
		<comments>http://yondaryono.wordpress.com/2008/06/26/transparansi-media/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 17:38:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yondaryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yondaryono.wordpress.com/2008/06/26/transparansi-media/</guid>
		<description><![CDATA[Surat Kabar Membuka Diri kepada Masyarakat Para editor percaya pembaca adalah patner yang penting dalam menentukan isi surat kabar dan etika.” Warren Lerude Consultan, INNOVATION International Media Consulting Group (USA) lerude@innovation-mediaconsulting.com Pukul 10 pagi di Spokane, sebuah kota yang memiliki 200 ribu penduduk dan terletak di bagian timur negara bagian Washington, tim editorial dari surat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yondaryono.wordpress.com&amp;blog=1787255&amp;post=13&amp;subd=yondaryono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surat Kabar Membuka Diri kepada Masyarakat</strong></p>
<p><em></p>
<blockquote><p>Para editor percaya pembaca adalah patner yang penting dalam menentukan isi surat kabar dan etika.”</em></p></blockquote>
<p><strong>Warren Lerude</strong><br />
Consultan, INNOVATION International Media Consulting Group (USA) lerude@innovation-mediaconsulting.com</p>
<p>Pukul 10 pagi di Spokane, sebuah kota yang memiliki 200 ribu penduduk dan terletak di bagian timur negara bagian Washington, tim editorial dari surat kabar yang pada hari biasa memiliki oplah 93,210 eks, Sabtu 105,319 eks, dan edisi senin mencapai 119,192, serta memiliki edisi online melakukan  meeting. </p>
<p>Sejumlah masyarakat diundang secara langsung untuk hadir dan berpartisipasi secara online dalam meeting tersebut. Sekitar 40 hingga 50 penduduk juga hadir secara online setiap hari, sementara dua atau tiga warga tiap minggu dan beragam perwakilan sekolah juga ikut dalam meeting tersebut. Proses ini diulang lagi pada meeting sore jam 4, dan peserta online juga memberi masukan untuk mengenai topik-topik utama yang akan diterbitkan. </p>
<p>Keterbukaan redaksi (The Open Editorial) seperti ini diawali ketika Editor Steven A Smith membuat terobosan untuk membuat surat kabar yang transparan. Dia menanyakan kepada para pembaca apa yang pembaca pikirkan, dan mendengar mereka secara berulang-ulang termasuk isu hari ke hari. </p>
<p>Bagaimana Smith yang selama 37 tahun menekuni bisnis surat kabar ini, berusaha menjelaskan bagian baru dari sebuah surat kabar?</p>
<p>Surat kabar yang benar-benar terbuka akan terlihat lebih dari sebuah ruang reaksi dan mereka membiarkan pembaca untuk melihat serta memberikan kontribusi apa yang akan dibuat,” ungkap Smith.  Surat kabar yang benar-benar terbuka akan membiarkan tangan para pembaca beritanya  kotor” sebagaimana para jurnalis bekerja dengan tinta.”</p>
<p>Ketika membangun kebijakan etika untuk surat kabar, Smith secara alamiah menanyakan kepada stafnya (karyawannya), mengenai apa yang mereka pikir. Dia tidak ingin melangkah secara pelan, tapi dengan langkah besar bersama para editornya. Dia juga menanyakan ide-ide apa yang diinginkan para pembacanya. Kemudian staf dan pembaca akan menguji mengenai kebijakan editorial surat kabar dan mendiskusikan melalui forum online atau blog mengenai apa  yang sebaiknya dilakukan redaksi kedepan. </p>
<p>Ini menjadi sebuah bagian yang akan sangat efektif untuk memetakan semua masalah secara profesional dan membentuk kekuatan kami dalam jangka panjang dengan nilai yang baik selain presionalitas dan nilai berita,” ujar Smith kepada INNOVATION.  Ini adalah pikiran yang menakutkan, tapi saya telah dapat mengerjaknnya dalam waktu yang pendek…Tidak ada ide, dan betul betul bagaimana ini akan terjadi.”</p>
<p>Smith menyebut ini semua sebagai  Benteng Redaksi”, dia juga menyebut cara ini dapat dijadikan cara bagi para jurnalis untuk bekerja lebih sesuai dengan fakta di lingkungan mereka, serta obyektif sehingga dapat menuliskan berita yang seimbang sebagai konsekwensi profesi mereka. </p>
<p>Dalam benteng redaksi, kehadiran para pembaca kadang memang tidak menyenangkan. Kami memang ingin membutuhkan apa yang jadi urusan mereka, namun mereka juga tidak dapat mengintervensi. Di dalam benteng redaksi, objektifitas atau kata lainnya independensi didefinisikan dengan jarak. Laporan dari wartawan mengenai komunitas mereka namun tidak menjadi bagian dari komunitias tersebut. Dan mendengarkan pembaca, berusaha mengerti kepentingan dan motivasi mereka, adalah bisnis yang sangat dibutuhkan oleh departemen iklan atau manajer sirkulasi.”</p>
<p>Smith juga menyebut keterbukaan redaksi sebagai antitesis atas benteng redaksi di mana masyarakat merupakan patner dalam komunikasi berita, dan tidak diposisikan sebagai konsumen yang pasif dari berita atau informasi. </p>
<p>Hasil review yang dilakukan INNOVATION juga menganalogikan hal itu sebagai sebuah hubungan keluarga dengan pemilik surat kabar, karena mengundang orang lain di luar redaksi untuk memberi masukan kebijakan editorial:</p>
<p>*Editor yang menulis kolom mengenali jurnalismme di halaman depan akan lebih fokus di bagian redaksi mengenai nilai-nilai, rutinitas dan praktis.<br />
*Kecilnya dukungan dan waktu tim ombudsman membuat jurnalisme lokal yang nyaris tanpa koneksi harus membangun kritik yang independen untuk menghindari munculnya respon ataupun komplain per bulan.<br />
*Lima editor berkonsentrasi di dalam sebuah blog dan disebut sebagai &#8220;Ruang Bertanya kepada Redaksi&#8221; mengenai berita, dan kebijakan media.<br />
*Lima warga yang aktif dan memilik blog merepresentasikan sebagai penyeimbang, sehingga bisa mengkritik surat kapar melalui sistem online. Bagian ini disebut &#8220;Sebuah Perbincangan Berita&#8221;. Sementara staf surat kabar dapat merespon kritik yang datang dari masyarakat.<br />
*Selain itu, staff online menyiapkan catatan harian pagi dan sore, terutama catatan meeting dan mempostingnya dalam tampilan online &#8220;Brifing Harian&#8221; untuk para pembaca dan informasi terbaru mengenai topik-topik utama yang dikerjakan selama satu hari.<br />
*Sebelum mengenalkan sebuah desain yang baru, editor mewawancarai pembaca dan bukan pembaca dalam kegiatan yang disebut &#8220;Project Insight&#8221; mengenai keinginan pembaca surat kebar secara detail. </p>
<p>Smith adalah orang yang pertama mengatakan tidak semua orang dapat mengikuti sistem ini (Newsroom Openness). </p>
<p>&#8220;Sejak saya menulis mengenai keterbukaan redaksi, pada musim gugur 2007 dalam edisi laporan Neiman, saya telah mendengar beberapa orang yang mengkritik dan khawatir mengenai keterbukaan redaksi yang justru akan mengontrol profesional kami sebagai pekerja media. Bahkan yang lain menilai kami  akan lepas kontrol terhadap informasi yang kita buat. Dan saya juga mendengar dari beberapa pandangan para senior yang bekerja di media di era 90-an yang masih beralasan wartawan adalah orang yang memproduksi isi berita, sementara pembaca menerima hasil kerja wartawan. Namun menurut saya, ini semua seperti perinsip utama dari penyebaran berita dan independensi,&#8221;</p>
<p>Beberapa editor Amerika, yang mana di antaranya bergabung dengan Smith berusaha mencari jalan agar para pembaca datang ke dalam proses produksi di kantor redaksi. Ini dimaksudkan agar mereka juga ikut memberikan kontribusi dalam konsep keterbukaan. </p>
<p>Sementara di luar AS, gerakan untuk melakukan keterbukaan redaksi terkesan lebih lambat dilakukan, namun dua tempat yang mulai terlihat melakukan keterbukaan redaksi adalah media-media di London dan Swedia. </p>
<p><strong>Anjing Penjaga</strong><br />
Di kawasan Fort Myers Florida, The News Press telah membangun apa yang mereka namakan &#8220;Team Wachdog&#8221; (diilustrasi bagaikan Anjing Penjaga, red).</p>
<p>Cindy Mc Curry Ross, manajer redaksi senior, menjelaskan sukarelawan dari masyarakat dalam program jurnalistik berusaha &#8220;menjadi sebuah anjing penjaga untuk sebuah produksi berita yang inovatif, interaktif dengan mengajak masyarakat untuk berpatner dalam investigasi berita.&#8221; Program ini disebut sebagai &#8220;Crowd Sourcing&#8221;. </p>
<p>Mc Curry Ross: &#8220;Kami yang pertama menerapkan Crowd Sourcing  yang dihasilkan dari partisipasi ribuan orang dalam sebuah investigasi mengenai penyimpangan jutaan dolar proyek pekerjaan umum. Hasilnya ribuan orang akhirnya berhasil menyimpan ribuan dolar ini sehingga tidak sia-sia.&#8221;</p>
<p>Untuk menghindari konflik kepentingan, The News Press telah mengajak sejumlah pensiunan di bidang profesional, seperti bekas CEO sebuah perusahaan terkemuka, polisi, pengacara, akuntan, hakim, penulis, akademisi, dan membentuk Tim Wachdog dengan 20 sukarelawan yang memberikan masukan terhadap surat kabar sebagai &#8220;bagian tim konsultan, nara sumber, reporter dan peneliti.&#8221;</p>
<p>Pelatihan mengenai nilai-nilai utama dan etika surat kabar juga diberikan kepada mereka, yang kemudian para sukarelawan itu bekerja bersama para reporter The News Press dan editor. </p>
<p><strong>Perbedaan Garis Tugas</strong><br />
Para editor surat kabar lain berusaha untuk mencari perbedaan garis tugas dalam mendefinisikan perbedaan keterbukaan redaksi. </p>
<p>Beberapa surat kabar mengundang masyarakat untuk mengetahui proses redaksional (rapat redaksi) dan bersama-sama cara duduk di ruang redaksi yang berbentuk melingkar. </p>
<p>Mark Trahant telah melakukan langkah maju seperti ini di Seattle Washington, Post Intelligencer editorial (tajuk), dan meminta partisipasi masyarakat melalui internet. </p>
<p>&#8220;Biarkan saya membuka &#8220;kerudung&#8221; dan tidak memperlihatkan proses keseharian redaksi.&#8221; Dia menulis kalimat berikut ini kepada para pembaca setia medianya. &#8220;Setiap pagi hari, selalu ada saja satu masyarakat yang masuk menjadi bagian keterbukaan redaksi, dan seringkali ia melakukan itu melalui virtual editorial untuk web.  Blog tersebut dimulai dari komentar dan ketertarikan topik yang ada dalam surat kabar, dan biasanya akan diikuti antara anggota masyarakat yang mengikuti rapat redaksi pagi.</p>
<p>Saya kemudian melihat sejumlah komentar terhadap  editorial dan komentar-komentar penting dari para pembaca. Jika pembaca memposting komentar mengenai editorial, ini akan dibaca dan sering kemudian didiskusikan. Bahkan kadang-kadang pembaca mengirimkan posting sebelum kami meeting sehingga banyak ide-ide yang bisa didiskusikan.&#8221;</p>
<p>Jika sudah demikian biarkan para editor mendengar suara para pembaca yang berbeda dari berbagai kota.  &#8220;Kami tidak mementingkan persetujuan dengan mereka yang memposting komentar secara keras berdasarkan editorial kami,&#8221; ujar Trahant. &#8220;Tapi ini menjadi sebuah diskursus yang penting, dan tidak saja persetujuan atau sebuah konsensus. Kami dapat setuju untuk tidak setuju khususnya ketika ruang ini terbuka.&#8221;</p>
<p>Di kota lain, tepatnya pada The Sattle Times, editor Mike Fancher yang telah 30 tahun berkarir di surat kabar tidak melanjutkan aktifitas lain seperti orang-orang yang sudah lama bekerja di bidang ini, yakni memancing atau main golf. Dia justru merencanakan untuk menghentikan kolom tradisional yang sangat populer di surat kabar itu dan memindahkankannya ke blog www.seatletimes.com, sehingga dapat lebih dekat dengan pembacanya. </p>
<p>&#8220;Saya akan terus berupaya menghubungkan antara jurnalistik, masyarakat, dan teknologi dengan dua misi:<br />
&#8220;Menggunakan masyarakat di dalam sitem online untuk merubah aturan dalam bentuk media baru di dalam hidup mereka, dengan harapan mereka akan terus menggunakan dan memberikan kritik pada media dengan efektif, dan berupaya bagaimana media dapat meninggalkan hal-hal yang relevan, penting, dan akuntabel.&#8221;</p>
<p>Fancher, dalam sebuah peluncuran media blog miliknya yang baru, mengatakan di sana &#8220;tidak ada yang dapat dihindarkan dari sebuah perubahan melalui jalan hubungan  antara jurnalis dan masyarakat. Ini menjadi satu pergantian sistem kontrol dari sebuah sejarah reportase, editing, dan menampilkan berita untuk mereka baca, lihat dan dengarkan atau bahkan dihindarkan.&#8221;</p>
<p>Di London, surat kabar The Guardian telah meluncurkan blog http://commentfisfree.guardian.co.uk/editor/index.html yang  melaporkan cara kerja di dalam proses pengambilan kebijakan redaksional. </p>
<p>Di Swedia, setiap siang dalam program berita Aktuellt di televisi pemerintah, menampilkan video clip dari rapat redaksi yang juga disiarkan melalui jaringan web, termasuk di dalamnya terdapat wawancara dengan reporter dan penulis berita, serta di buka ruang tanya jawab dengan pemirsa. </p>
<p>&#8220;Aktuellt,&#8221; ujar pengamat media Swedia, Torbjorn Von Krogh, &#8220;Datang sebagai keterbukaan redaksi di Swedia.&#8221;</p>
<p><strong>Masyarakat</strong><br />
Jadi, bagaimana masyarakat memberikan partisipasi terhadap kebijakan jurnalistik terutama kebijakan redaksional media?</p>
<p>Karen Magnuson, editor pada Rochester Democrat and Chronicle di New York Sate, mengatakan,&#8221;Anggota masyarakat dalam keterbukaan redaksi dapat membantu kami lebih baik karena mereka belajar mengenai sebuah proses dan datang dalam rapat yang dipenuhi dengan debat.&#8221; </p>
<p>Mereka juga menulis kolom dan berpartisipasi dalam membangun blog dan gambaran lokal komunikasi. Dia menyebut hubungan antara surat kabar dan masyarakat sukarelawan itu sebagai &#8220;very healthy&#8221; atau sangat hangat dalam membangun wawasan.</p>
<p>Sementara Alex Zapesochny, seorang sukarelawan  mengatakan kepada News Watch, dia merupakan simpatisan Partai Republik, dan menemukan editorial dari Democrat and Chronicle sering menjadi pusat informasi politik baginya.</p>
<p>&#8220;Saya tidak dapat menyimpulkan apakah anggota dari masyarkat yang ikut dalam Editorial Board (tim meeting redaksi) adalah partisipan Demokrat. Mereka terlihat sangat terbuka dan menginginkan masyarakat yang lebih baik.&#8221;</p>
<p><strong>Keterbukaan Menjangkau Komunitas Paling Bawah?</strong><br />
Di Spokane, editor Smith melaporkan,&#8221;Kami banyak mengetahui mengenai perubahan dan kejadian mengejutkan di kota ini setiap saat. Di kepolisian, sekolah, dan perusahaan besar. Dan kami mendengar dari mereka setiap waktu.&#8221;</p>
<p>Ketika sebuah badai salju di musim dingin terjadi di Spokane, Smith mengatakan, &#8220;Kota Spokane sangat lambat meresponnya. Jalan-jalan dibersihkan, tapi orang tua dan cacat terjebak di rumah mereka. Kami kemudian mendiskusikan isu tersebut di rapat pagi kami. Saya kemudian mendapatkan email dari warga yang melaporkan komplain mengenai hal itu. Anggota blogger kami melanjutkan dengan diskusi dan sangat ramai.&#8221; Tak lama kemudian pemerintah kota langsung bereaksi.</p>
<p>Leonardo Witt, Robert D Flower Kepala Bagian Komunikasi di Kennesaw State University di Georgia memonitor keterbukaan redaksi dan publik serta citizen journalisme yang dinilainya sangat berkembang. </p>
<p>Dalam jaringan jurnalisme publik (PJNet.org) digambarkan 15.000 pengunjung setiap bulan dan menjadi situs yang memiliki hit tertinggi dalam Google Search untuk &#8220;Public Journalism&#8221;. </p>
<p>Menurut Witt: &#8220;Saya telah melihat banyak masyarakat, dan sekarang gerakan citizen journalism telah berlangsung lebih dari  satu dekade. Mendapatkan gambaran bagaimana masyarakat termasuk dalam proses yang krusial untuk mendapatkan jurnalisme yang baik. Ini semua lebih baik karena membiarkan masyarakat melihat proses produksi media setiap hari, sebagaimana yang dilakukan Steve Smith dan masyarakat tradisional di Spokane  </p>
<p>&#8220;Ruang redaksi lainnya&#8211;jika mereka ingin, tapi banyak yang tidak&#8211; dapat belajar dari Steve Smith, tapi ini tidak akan mudah. Keterbukaan yang dimaksud adalah saling bertukar kekuatan dan itu sangat mudah. Kadang, ini juga menjadi ruang untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat pembaca, dan akhirnya memang ini menjadi bagian yang sangat krusial dalam pekerjaan yang  kita lakukan. (***)</p>
<p><em>Disarikan oleh <strong>Yon Daryono</strong> dari buku Innovations in Newspaper 2008 World Report (An Annual Survey By The Innovation International Media Consulting Group for The World Association of Newspapers (WAN)</em> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yondaryono.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yondaryono.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yondaryono.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yondaryono.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yondaryono.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yondaryono.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yondaryono.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yondaryono.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yondaryono.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yondaryono.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yondaryono.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yondaryono.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yondaryono.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yondaryono.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yondaryono.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yondaryono.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yondaryono.wordpress.com&amp;blog=1787255&amp;post=13&amp;subd=yondaryono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yondaryono.wordpress.com/2008/06/26/transparansi-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ef5065df0ca71572f07809179d70d6f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">yondaryono</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
